Menelaah Kembali Madilok dan Relevansi Pemikiran Tan Malaka

- Jurnalis

Minggu, 15 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menelaah Kembali Madilok dan Relevansi Pemikiran Tan Malaka. (Foto: (Foto: Tari_Pendet.jpg: Christopher Michel from San Francisco, USA
Garuda Pancasila.jpg : Gunkarta
Borobudur-Nothwest-view.jpg: Gunkarta
TMII Rumah Gadang West Sumatra.JPG : Gunkarta
Sate Hati Kambing.JPG: Gunkarta
Papuan Dance from Yapen.jpg: Gunkarta
COLLECTIE TROPENMUSEUM Papieren wajangpop voorstellende Arjuna (kinderspeelgoed) TMnr 809-46c.jpg :Tropenmuseum
COLLECTIE TROPENMUSEUM Metallofoon met zes toetsen onderdeel van gamelan Semar Pagulingan TMnr 1340-34.jpg :Tropenmuseum
COLLECTIE TROPENMUSEUM Kris zonder schede TMnr A-3443.jpg:Tropenmuseum
COLLECTIE TROPENMUSEUM Langwerpige houten plank versierd met uitgesneden en beschilderde motieven TMnr 4117-38.jpg:Tropenmuseum
COLLECTIE TROPENMUSEUM Katoenen wikkelrok met geometrisch patroon TMnr 5713-2.jpg:Tropenmuseum
Meuseujid Raya Bayturrahman.JPG:Si Gam Acèh
Angklung.jpg:Original uploader was M0ffia at nl.wikipedia
Nasi Kuning.jpg:miss_yasmina
Bamboofabric.gif:Peggy Reeves Sanday
derivative work: Gunkarta/CC BY 2.0))

Menelaah Kembali Madilok dan Relevansi Pemikiran Tan Malaka. (Foto: (Foto: Tari_Pendet.jpg: Christopher Michel from San Francisco, USA Garuda Pancasila.jpg : Gunkarta Borobudur-Nothwest-view.jpg: Gunkarta TMII Rumah Gadang West Sumatra.JPG : Gunkarta Sate Hati Kambing.JPG: Gunkarta Papuan Dance from Yapen.jpg: Gunkarta COLLECTIE TROPENMUSEUM Papieren wajangpop voorstellende Arjuna (kinderspeelgoed) TMnr 809-46c.jpg :Tropenmuseum COLLECTIE TROPENMUSEUM Metallofoon met zes toetsen onderdeel van gamelan Semar Pagulingan TMnr 1340-34.jpg :Tropenmuseum COLLECTIE TROPENMUSEUM Kris zonder schede TMnr A-3443.jpg:Tropenmuseum COLLECTIE TROPENMUSEUM Langwerpige houten plank versierd met uitgesneden en beschilderde motieven TMnr 4117-38.jpg:Tropenmuseum COLLECTIE TROPENMUSEUM Katoenen wikkelrok met geometrisch patroon TMnr 5713-2.jpg:Tropenmuseum Meuseujid Raya Bayturrahman.JPG:Si Gam Acèh Angklung.jpg:Original uploader was M0ffia at nl.wikipedia Nasi Kuning.jpg:miss_yasmina Bamboofabric.gif:Peggy Reeves Sanday derivative work: Gunkarta/CC BY 2.0))

PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Pemikiran Tan Malaka dalam buku Madilok kini mulai kembali dipelajari sebagai referensi ilmu pengetahuan, bukan sekadar ideologi politik. Para pegiat sejarah dan pendidikan menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam karya tersebut sangat relevan untuk membangun kemandirian bangsa di era global, sekaligus menepis stigma negatif yang selama ini melekat akibat salah tafsir sejarah.

Frizal Ridwan dan Afdal sepakat bahwa Madilok adalah karya besar yang memerlukan ketekunan untuk dipahami. Mereka menegaskan bahwa stigma komunisme atau ateisme yang sering dialamatkan pada Tan Malaka adalah bentuk kejahatan sejarah atau strategi politik masa lalu untuk membunuh pemikirannya. Secara logika, keterlibatan Tan Malaka dalam mendirikan Serikat Islam menunjukkan kedekatan beliau dengan nilai-nilai agama.

Memahami Madilok Secara Objektif

Menurut mereka, tantangan terbesar dalam memasyarakatkan pemikiran Tan Malaka adalah rendahnya literasi. Memahami Madilok tidak bisa dilakukan dalam satu kali baca, melainkan butuh kajian mendalam. Keduanya mendorong agar yayasan dan komunitas pemuda mengadakan diskusi-diskusi ilmiah, bukan sekadar seremonial yang bersifat nostalgia, agar makna perjuangan Tan Malaka dapat diimplementasikan dalam kehidupan modern.

Frizal menambahkan bahwa banyak peneliti asing, termasuk orang Belanda, justru menaruh hormat yang tinggi terhadap pemikiran Tan Malaka. Hal ini kontras dengan kondisi di dalam negeri di mana masih banyak pihak yang enggan mengapresiasi tokoh tersebut. Oleh karena itu, edukasi mengenai sejarah yang benar menjadi agenda prioritas bagi para pengagum Tan Malaka di Luhak 50 Kota.

Perjuangan Republik Sejati

Konsep ‘Republik Sejati’ yang digagas Tan Malaka dinilai masih sangat relevan untuk dikritisi dalam konteks Indonesia saat ini. Frizal menyoroti bahwa banyak perjanjian masa lalu yang merugikan negara merupakan hal-hal yang dulu pernah diperingatkan oleh Tan Malaka kepada para pemimpin bangsa. Pemikiran kritis ini dianggap sebagai mutiara berharga untuk memandu arah pembangunan bangsa ke depan.

Di akhir diskusi, mereka mengajak seluruh pihak untuk tidak terjebak pada perbedaan masa lalu. Fokus utama saat ini adalah bagaimana mentransfer ilmu pengetahuan dari tokoh-tokoh besar seperti Tan Malaka kepada generasi berikutnya. Dengan memahami pemikiran yang benar, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam melihat sejarah dan lebih percaya diri dalam menatap masa depan yang lebih maju.

Berita Terkait

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap
Seabad INS Kayutanam dan Filosofi Alam Takambang Jadi Guru
Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh
Banjir Longsor Pandai Sikek, Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi
Banjir di Agam Rendam 30 Hektare Lahan Pertanian
Korupsi Kredit Bank Nagari, Kejari Pasaman Menyita Aset
Tambang Emas Ilegal Pasaman Ditindak, Operator Ditangkap
Polresta Padang Tahan Residivis Curanmor di Lubuk Begalung

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 18:29 WIB

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap

Senin, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Seabad INS Kayutanam dan Filosofi Alam Takambang Jadi Guru

Senin, 2 November 2026 - 18:11 WIB

Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh

Senin, 2 November 2026 - 06:06 WIB

Banjir Longsor Pandai Sikek, Gubernur Sumbar Tinjau Lokasi

Senin, 2 November 2026 - 06:06 WIB

Banjir di Agam Rendam 30 Hektare Lahan Pertanian

Berita Terbaru

Room karaoke BFF Family Karaoke & Mini Cinema Payakumbuh. (Foto: Dok. BFF Family Karaoke & Mini Cinema)

Gaya Hidup

BFF Payakumbuh: Karaoke Keluarga dan Mini Cinema Satu Atap

Senin, 2 Nov 2026 - 18:29 WIB

Personel Polres Payakumbuh menggelar apel sebelum patroli KRYD. (Foto: Dok. Humas Polres Payakumbuh)

Peristiwa

Warga Resah Geng Motor, Polres Sisir 8 Titik di Payakumbuh

Senin, 2 Nov 2026 - 18:11 WIB

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Terkait Suket Ijazah Gibran. (Foto: Dok. iNews.id)

Nasional

Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Terkait Suket Ijazah Gibran

Senin, 2 Nov 2026 - 13:07 WIB

AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri untuk Mengajar. (Foto: Dok. iNews.id)

Nasional

AKBP Netty Rosdiana Mundur dari Polri untuk Mengajar

Senin, 2 Nov 2026 - 13:06 WIB