PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Pemikiran revolusioner Tan Malaka tentang pendidikan menjadi landasan bagi pegiat muda, Afdal, dalam membangun ruang diskusi ilmu di Sumatera Barat. Melalui pendekatan berbasis pengetahuan dan kemandirian, ia bercita-cita mencetak generasi global yang mampu bersaing di kampus-kampus top dunia dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa tanpa terjebak dalam seremonial belaka.
Afdal menilai bahwa selama ini masyarakat terlalu sibuk dengan kegiatan seremonial tanpa diiringi penguasaan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Merujuk pada semangat Tan Malaka, ia membangun komunitas pendidikan yang fokus pada diskusi, berbagi pengetahuan, dan dukungan kolektif. Menurutnya, kegagalan terbesar bangsa saat ini adalah minimnya narasi perjuangan yang berbasis pada riset dan pemahaman yang mendalam.
Membangun Ruang Diskusi Ilmu
Dalam Podcast Kusieh Bendi, Afdal menceritakan upayanya membangun ‘knowledge space’ untuk anak muda di Payakumbuh dan 50 Kota. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar generasi agar anak muda tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki substansi pemikiran yang kuat. Ia terinspirasi dari cara tokoh bangsa seperti Tan Malaka dan Hatta yang selalu dibentuk oleh lingkungan yang saling mendukung.
Afdal menyoroti bahwa banyak anak muda saat ini mengalami kemunduran dalam hal literasi. Meskipun akses informasi melalui teknologi sangat terbuka, namun semangat untuk mendalami karya-karya besar seperti Madilok masih rendah. Ia mendorong agar generasi muda lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh oleh tuduhan-tuduhan negatif terhadap tokoh bangsa yang tidak berdasar pada logika sejarah yang benar.
Target Mencetak Generasi Global
Dengan riset yang ia lakukan selama tujuh bulan di 50 Kota, Afdal melihat potensi besar yang belum tergarap. Ia bermimpi anak-anak daerah bisa mengisi kampus-kampus bergengsi seperti Harvard atau Stanford. Baginya, perjuangan masa kini bukanlah invasi ke dalam, melainkan invasi ke luar dengan membawa keunggulan ilmu pengetahuan, budaya, dan mentalitas yang tangguh layaknya visi Tan Malaka.
Langkah konkret yang dilakukan Afdal mencakup pelatihan keterampilan teknis seperti keamanan siber hingga pembentukan fisik yang sehat. Ia percaya bahwa pendidikan yang sederhana namun konsisten dapat mengubah mentalitas generasi muda. Dengan meneladani konsep kemandirian Tan Malaka, ia optimis bahwa anak muda Indonesia mampu menjadi warga dunia yang tangguh dan tidak takut bersaing dengan bangsa manapun.






