BUKITTINGGI – Kolaborasi Bukittinggi – Pasaman Barat Tunjukkan Profesionalisme Tanpa Sekat
Fenomena unik muncul dari dua daerah bertetangga, Kota Bukittinggi dan Kabupaten Pasaman Barat.
Kedua daerah tersebut sama-sama dipimpin oleh kepala dinas kesehatan yang memiliki latar kampung halaman “silang”, namun justru menjadi bukti bahwa profesionalisme dan pengabdian tidak lagi dibatasi oleh sekat asal-usul.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Adrian merupakan putra asli Pasaman Barat. Ia lahir dan besar di Pasaman Barat, namun memilih mengabdikan kompetensinya untuk pembangunan sektor kesehatan di Kota Bukittinggi.
Sebaliknya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat, dr. Gina Alecia, M.Kes, justru berasal dari Bukittinggi. Lahir dan dibesarkan di kota wisata tersebut, dr. Gina mengukir perjalanan karier dan kontribusinya untuk masyarakat Pasaman Barat.
Apakah ini tertukar?
Tentu tidak.
Justru inilah cerminan era baru birokrasi dan pelayanan publik, bahwa kapasitas, kinerja, serta komitmen jauh lebih penting daripada label “putra daerah”.
Fenomena ini menjadi pesan moral bahwa untuk berperan dalam membangun daerah, seseorang tidak harus berasal dari wilayah tersebut.
Profesionalisme, pengalaman, dan dedikasi menjadi landasan utama dalam memperkuat pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan yang sangat menentukan kualitas hidup masyarakat.
Kisah “pertukaran” ini juga menjadi simbol sinergi dua daerah, menunjukkan bahwa kolaborasi dan saling menguatkan di antara putra-putri bangsa dapat mendorong kemajuan tanpa batas geografis.
Pada akhirnya, Bukittinggi dan Pasaman Barat sama-sama diuntungkan: mendapatkan pemimpin kesehatan yang mumpuni, berdedikasi, dan bekerja sepenuh hati, tanpa mengenal sekat daerah asal. (Aa)





















