LUMAJANG, Sumbartime.com — Sejumlah kecamatan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilanda banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang memicu banjir lahar dingin Gunung Semeru serta luapan Sungai Glidik. Peristiwa yang terjadi pada Senin, 2 November 2026 ini berdampak langsung kepada lebih dari seribu jiwa warga setempat serta menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan.
Bencana alam di wilayah Lumajang dipicu oleh curah hujan berintensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu, 1 November 2026, pukul 22.00 WIB hingga Senin pagi. Peningkatan debit air secara signifikan terjadi pada Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru, sehingga memicu luapan air yang menerjang permukiman warga dan fasilitas umum.
Wilayah Terdampak
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, wilayah yang diterjang meliputi Kecamatan Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari. Di Kecamatan Tempursari, jembatan penghubung antara Malang dan Lumajang dilaporkan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat akibat luapan Sungai Glidik yang merendam sejumlah desa serta menjebol tanggul di kawasan Wareng.
Selain itu, longsor menutupi jalan tembus Tamansari dan Iburaja, sementara akses jalan Purorejo serta Tamansari Bawah sepanjang kurang lebih 100 meter putus. Lebih dari seribu jiwa tercatat terdampak langsung di dua kecamatan berbeda, termasuk sekitar 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari yang sempat terisolasi akibat akses jalan tertutup material longsor dan banjir.
Penanganan Korban
Peristiwa tanah longsor sebelumnya juga merenggut dua korban jiwa di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu, 31 Oktober 2026 dini hari. Korban meninggal dunia atas nama Imron beserta putrinya yang bernama Hilya tertimbun material longsor saat sedang tertidur di dalam rumah mereka, dan kini telah dievakuasi serta dimakamkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan menyalurkan bantuan berupa bahan bangunan semen dan bata untuk pemulihan fisik, paket sembako, serta santunan duka cita dengan total Rp20.000.000 kepada keluarga korban meninggal dunia. Tim di lapangan terus melakukan pendataan lanjutan guna memastikan seluruh kebutuhan dasar warga yang terdampak dapat terpenuhi dengan baik.






