BUKITTINGGI – Kekhawatiran akan ketersediaan stok pangan jelang Hari Raya Idul Fitri di Kota Bukittinggi tidak perlu dirasakan oleh warganya. Melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Pemerintah Kota Bukittinggi memastikan bahwa ketersediaan pangan di kota tersebut aman.
Asisten II Setdako Bukittinggi, Rismal Hadi, yang juga menjabat sebagai Ketua TPID, menegaskan hal ini dalam monitoring harga pasar menjelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H.
“Stok pangan di Bukittinggi dipastikan aman. Karenanya masyarakat tak perlu mengkhawatirkannya,” ungkap Rismal usai monitoring, Kamis (4/4/2024).
Monitoring harga pasar dilakukan oleh anggota TPID, Unsur Forkopimda, dan SKPD, sebagai upaya memantau harga dan stok pangan di pasaran.
Meski demikian, Rismal mengingatkan bahwa harga beberapa jenis pangan mulai menunjukkan kenaikan menjelang perayaan Idul Fitri.
Bawang merah naik hingga Rp 40.000 per kg, sementara bawang putih di kisaran Rp 40.000 per kg. Harga cabe merah keriting mencapai Rp 60.000 per kg, dan telur ayam naik menjadi Rp 60.000 per tray, sedangkan harga daging sapi tetap stabil di Rp 150.000 per kg.
Meskipun demikian, stok pangan di Bukittinggi masih tergolong aman. Masyarakat diminta untuk tenang dan tidak khawatir akan kehabisan pangan di pasaran menjelang Idul Fitri 1445 H. (Alx/hmr)





















