Jasa Konstruksi Payakumbuh: Ketimpangan APBD Masih Terjadi

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jasa Konstruksi Payakumbuh: Ketimpangan APBD Masih Terjadi. (Foto: Roger Templeman/CC BY-SA 2.0)

Jasa Konstruksi Payakumbuh: Ketimpangan APBD Masih Terjadi. (Foto: Roger Templeman/CC BY-SA 2.0)

PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Pembinaan sektor jasa konstruksi di Kota Payakumbuh berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional, namun distribusi pengerjaan proyek daerah dinilai masih mengalami ketimpangan nyata. Tokoh jasa konstruksi Payakumbuh, Haji John Rizal, mengungkapkan bahwa perputaran anggaran daerah belum terserap merata ke seluruh pelaku usaha lokal. Dari ratusan badan usaha terdaftar, hanya sebagian kecil yang rutin menikmati paket proyek fisik pemerintah kota.

Dalam keterangannya pada Podcast Kusieh Bendi, John Rizal menuturkan bahwa pembinaan rantai pasok dan pemahaman kontrak kerja bagi rekanan di Payakumbuh sebetulnya berjalan sangat tertib sesuai amanat regulasi perundang-undangan. Pemerintah kota dinilai serius membekali rekanan mengenai asas kontrak dan administrasi kegiatan, sehingga Payakumbuh diganjar penghargaan oleh Balai Jasa Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum.

Prestasi Pembinaan Konstruksi Nasional

Keseriusan tersebut membuahkan hasil berupa raihan peringkat dua terbaik nasional dalam kategori pembinaan jasa konstruksi. John Rizal menilai edukasi terhadap kontraktor lokal di Payakumbuh jauh lebih unggul dibandingkan dengan daerah lain di Sumatera Barat karena dijalankan secara terstruktur. Namun, capaian prestasi regulasi ini dinilai belum selaras dengan asas pemerataan ekonomi bagi seluruh kontraktor lokal.

John Rizal memaparkan bahwa saat ini tercatat lebih dari 200 badan usaha yang bergerak di sektor masyarakat jasa konstruksi Kota Payakumbuh, termasuk para rekanan di BPC Gapensi. Sayangnya, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 30 hingga 40 perusahaan saja yang secara konsisten menyerap serta menikmati kucuran proyek dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Monopoli Paket Proyek Daerah

Ketimpangan tersebut terlihat jelas dari pembagian volume kerja yang timpang di lapangan. Menurutnya, terdapat segelintir perusahaan yang mampu memenangkan pekerjaan melebihi kapasitas ideal, bahkan sanggup memegang lima, enam, hingga tujuh paket pekerjaan sekaligus. Kondisi monopoli terselubung ini dinilai mematikan ruang gerak pengusaha kecil lain yang sama-sama berhak atas perputaran ekonomi daerah.

“Artinya tidak merata, sangat tidak merata. Itu yang menyebabkan ketimpangan,” tegas John Rizal saat menyoroti perlunya distribusi paket kerja yang lebih proporsional bagi seluruh pelaku usaha jasa konstruksi. Ia berharap pemangku kebijakan di Payakumbuh segera mengevaluasi pola distribusi pengadaan barang dan jasa agar tidak menimbulkan ketimpangan ekonomi berkepanjangan di kalangan penyedia lokal.

Pembahasan lengkap soal ini bisa disimak dalam episode podcast Kusieh Bendi di kanal YouTube Dimensia Creative.

Berita Terkait

Salah Transfer ke Rekening Orang Lain? Ini Langkah yang Disarankan
Kolaborasi Volkswagen dan Xpeng di China Belum Capai Target
Pramono: JRF sampai Konser Ye Bukti Ekonomi Jakarta Tetap Kuat

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 09:00 WIB

Jasa Konstruksi Payakumbuh: Ketimpangan APBD Masih Terjadi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Salah Transfer ke Rekening Orang Lain? Ini Langkah yang Disarankan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kolaborasi Volkswagen dan Xpeng di China Belum Capai Target

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Pramono: JRF sampai Konser Ye Bukti Ekonomi Jakarta Tetap Kuat

Berita Terbaru

Korban Terakhir Kecelakaan Heli TNI AD Berhasil Dievakuasi. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Nasional

Korban Terakhir Kecelakaan Heli TNI AD Berhasil Dievakuasi

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:14 WIB

Kapolri dan Imigrasi Perketat Pengawasan Buronan. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Nasional

Kapolri dan Imigrasi Perketat Pengawasan Buronan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:14 WIB

Bahlil Bantah Isu Penyadapan dan Ancam Somasi 3x24 Jam. (Foto: Dok. iNews.id)

Nasional

Bahlil Bantah Isu Penyadapan dan Ancam Somasi 3×24 Jam

Sabtu, 7 Nov 2026 - 13:13 WIB

Gedung Baru SMKN 1 Sasak Pasaman Barat Diresmikan. (Foto: Dok. Padangkita)

Pemerintahan

Gedung Baru SMKN 1 Sasak Pasaman Barat Diresmikan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 06:03 WIB