PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Komandan Kodim 0306/50 Kota Letkol Inf Uco Namara menegaskan bahwa proses seleksi penerimaan prajurit TNI Angkatan Darat menerapkan sistem penilaian ketat dan transparan. Penegasan ini disampaikan untuk menepis anggapan publik mengenai adanya praktik percaloan atau jaminan kelulusan berbayar dalam penerimaan calon prajurit. Ia memastikan satu materi tes diuji langsung oleh lima penguji independen secara akumulatif.
Isu mengenai biaya besar dalam seleksi prajurit TNI Angkatan Darat diluruskan oleh Komandan Kodim 0306/50 Kota Letkol Inf Uco Namara. Ia menegaskan bahwa pengeluaran resmi calon prajurit sebenarnya hanya diperuntukkan bagi tahap persiapan pribadi, seperti pemeriksaan kesehatan, pembinaan kesamaptaan jasmani, serta bimbingan psikologi secara mandiri sebelum mendaftar.
Mekanisme Penilaian Lima Penguji
Dalam pelaksanaan ujian seleksi resmi, pimpinan Markas Besar TNI Angkatan Darat membentuk tim organisasi khusus independen yang personelnya ditunjuk langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Tim independen tersebut menjalankan tugas pemeriksaan dengan kerahasiaan tinggi dan pengawasan berjenjang guna menutup celah penyelewengan.
“Nilai itu tidak satu orang saja, satu materi sama akan dicek lima orang dan nilainya akan diakumulasikan,” kata Letkol Inf Uco Namara menegaskan ketatnya pengujian kelulusan calon prajurit.
Menurut Uco Namara, klaim dari oknum tertentu yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang dapat dipastikan sebagai bentuk penipuan. Keterlibatan lima penguji yang saling tidak mengenal untuk satu materi tes membuat hasil penilaian murni didasarkan pada akumulasi kemampuan fisik, kejiwaan, serta potensi akademik para peserta tes.
Tahapan Pengujian Terakumulasi
Penilaian kelulusan peserta seleksi menggabungkan akumulasi bobot persentase dari berbagai tahapan tes. Tahapan tersebut meliputi kesamaptaan jasmani seperti lari dan renang, tes psikologi kepribadian serta akademik, pemeriksaan kesehatan komprehensif, pengujian mental ideologi kebangsaan, hingga potensi akademik secara menyeluruh.
Keunggulan di satu tahapan materi dapat saling melengkapi kelemahan di tahapan lainnya. Seseorang yang memiliki kemampuan lari berada di urutan belakang masih berpeluang lulus apabila mengantongi nilai psikologi, akademik, dan kesehatan yang jauh lebih unggul saat akumulasi akhir diumumkan dalam sidang kelulusan.
Dandim mengimbau para pemuda di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk mempersiapkan diri secara matang tanpa tergiur bujukan oknum tidak bertanggung jawab. Sistem penilaian berjenjang yang diterapkan Mabesad menjamin seluruh generasi muda dari berbagai latar belakang memiliki kesempatan sama untuk menjadi prajurit TNI.






