Mengenal Sosok Tan Malaka di Mata Generasi Muda

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengenal Sosok Tan Malaka di Mata Generasi Muda. (Foto: Ilustrasi. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0))

Mengenal Sosok Tan Malaka di Mata Generasi Muda. (Foto: Ilustrasi. (Foto: Dok. Wikimedia Commons/CC BY-SA 4.0))

PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Ketertarikan generasi muda terhadap sosok Tan Malaka kian meningkat seiring mudahnya akses informasi sejarah saat ini. Melalui perjalanan napak tilas dan riset mendalam, banyak anak muda yang kini menjadikan pemikiran Tan Malaka sebagai inspirasi utama dalam berkarya, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun perjuangan sosial di era modern.

Afdal Bonai, seorang pengagum Tan Malaka, berbagi pengalamannya dalam menyelami sejarah tokoh tersebut. Ia mengaku awalnya tidak mengenal siapa Tan Malaka, namun setelah merantau dan membaca buku-buku karya Harry Poeze serta karya Tan Malaka sendiri seperti ‘Massa Aksi’, ia mulai memahami pentingnya mengenali sejarah bangsa. Perjalanan ini mengubah pandangannya terhadap nasionalisme.

Inspirasi dari Alam dan Pendidikan

Bagi Afdal, Tan Malaka adalah guru besar yang belajar dari kehidupan nyata atau ‘alam takambang jadi guru’. Semangat Tan Malaka dalam memperjuangkan pendidikan rakyat memantik Afdal untuk aktif di bidang pendidikan dan kesehatan. Ia kini menerapkan prinsip kemandirian belajar dengan memanfaatkan teknologi, seperti penggunaan AI untuk membantu masyarakat dalam akses informasi kesehatan dan pendidikan.

Ketertarikan ini bukan sekadar ikut-ikutan, melainkan sebuah panggilan jiwa untuk memahami akar sejarah. Banyak aktivis muda kini merasa minder jika belum membaca karya-karya Tan Malaka. Hal ini menunjukkan pergeseran paradigma, di mana generasi muda mulai mencari esensi dari perjuangan tokoh-tokoh masa lalu, bukan sekadar melihat tampilan luar atau simbol semata.

Membangun Karakter Global

Semangat Tan Malaka yang pernah berpidato di Moskow dan bergaul dengan tokoh dunia menjadi motivasi bagi generasi muda untuk menjadi warga dunia atau ‘global citizen’. Afdal berharap anak-anak muda di Payakumbuh dan Limapuluh Kota dapat terus meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam kemampuan komunikasi internasional dan penguasaan ilmu pengetahuan agar bisa bersaing di kampus-kampus top dunia.

Upaya melestarikan sejarah Tan Malaka kini lebih mudah dilakukan di era media sosial. Dengan akses internet, masyarakat dapat dengan cepat menemukan fakta-fakta sejarah yang sebelumnya sempat terkubur. Semangat inilah yang harus dijaga agar sejarah Tan Malaka tetap hidup sebagai inspirasi bagi keberanian dan kecerdasan anak bangsa dalam menghadapi tantangan zaman ke depan.

Berita Terkait

Rem Motor Berdecit, Ini Sejumlah Penyebab dan Cara Mengatasinya
AI Modal Swafoto Bisa Perkirakan Peluang Hidup Pasien Kanker
Pembinaan Generasi Muda Fokus Utama Kodim 50 Kota

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Rem Motor Berdecit, Ini Sejumlah Penyebab dan Cara Mengatasinya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:58 WIB

AI Modal Swafoto Bisa Perkirakan Peluang Hidup Pasien Kanker

Senin, 9 Maret 2026 - 16:00 WIB

Mengenal Sosok Tan Malaka di Mata Generasi Muda

Senin, 23 Februari 2026 - 16:00 WIB

Pembinaan Generasi Muda Fokus Utama Kodim 50 Kota

Berita Terbaru

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Ini Rinciannya. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Ini Rinciannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:58 WIB

Rem Motor Berdecit, Ini Sejumlah Penyebab dan Cara Mengatasinya. (Foto: Dok. ANTARA)

Gaya Hidup

Rem Motor Berdecit, Ini Sejumlah Penyebab dan Cara Mengatasinya

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:58 WIB

AI Modal Swafoto Bisa Perkirakan Peluang Hidup Pasien Kanker. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Gaya Hidup

AI Modal Swafoto Bisa Perkirakan Peluang Hidup Pasien Kanker

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:58 WIB

Polutan Jakarta Menurun, DLH Soroti Peran Modifikasi Cuaca. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Teknologi

Polutan Jakarta Menurun, DLH Soroti Peran Modifikasi Cuaca

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:57 WIB