Kuningan, Sumbartime.com — Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, belum berhasil dipadamkan setelah tiga hari terakhir. Dari 13 titik api, baru sekitar tiga yang berhasil dipadamkan sehingga masih tersisa 10 titik per Sabtu (24/10/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan Indra Bayu memaparkan, angin kencang dan medan yang terjal membuat proses pemadaman sulit dilakukan. Vegetasi yang terbakar meliputi semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan pohon pinus.
Water bombing untuk area sulit dijangkau
Pemadaman dilakukan dengan dua cara: helikopter water bombing dan cara manual. Water bombing difokuskan ke area yang sulit dijangkau petugas. “Operasi pemadaman menggunakan water bombing dan manual. Setidaknya sudah dua kali,” kata Indra.
Tim gabungan yang diterjunkan terdiri dari TNGC, TNI, Polri, BPBD, Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Damkar, Tagana, MPA, serta relawan dan masyarakat sekitar. Mereka disebar ke tiga sektor: Bukit Seribu Bintang, Karang Dinding, dan Bintangot.
Penyebab dan luas terbakar belum dipastikan
Luas area yang terbakar belum dapat ditentukan karena tim masih memprioritaskan penanganan dan pemetaan titik api. Penyebab kebakaran juga belum diketahui. Meski begitu, jika ditemukan unsur kesengajaan, kasus akan ditindaklanjuti sesuai aturan.
Kabut asap dilaporkan mengganggu aktivitas warga di sekitar lereng, termasuk sejumlah kegiatan luar ruang yang terpaksa dijadwalkan ulang. Warga diminta mengurangi aktivitas di area terdampak dan segera melapor bila melihat titik api baru.






