SARILAMAK, Sumbartime.com — Kodim 0306/50 Kota berhasil memangkas waktu tempuh warga Nagari Landai menuju kantor Wali Nagari di Harau dari 1,5 jam menjadi 15 menit melalui program TNI Manunggal Membangun Desa. Komandan Kodim 0306/50 Kota Letkol Inf Uco Namara menyatakan pembukaan akses jalan tembus tersebut mempermudah efisiensi ekonomi dan pendidikan masyarakat tanpa perlu lagi memutar sejauh 1,5 jam melewati rute Kelok 9.
Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dijalankan Kodim 0306/50 Kota membawa dampak signifikan bagi mobilitas warga Nagari Landai, Kabupaten Limapuluh Kota. Sebelum adanya pembukaan rute tembus ini, masyarakat harus menghabiskan waktu hingga 1,5 jam perjalanan berputar melewati kawasan Kelok 9 untuk mengurus keperluan administrasi di kantor Wali Nagari Harau.
Efisiensi Akses Ekonomi dan Pendidikan
Komandan Kodim 0306/50 Kota Letkol Inf Uco Namara menjelaskan pembukaan rute pintas ini memangkas durasi tempuh secara drastis menjadi hanya 15 hingga 20 menit. Menurutnya, pemangkasan waktu tempuh ini memberikan dampak nyata pada kelancaran efisiensi pergerakan ekonomi warga lokal serta mempermudah akses anak-anak sekolah dalam menuntut ilmu setiap harinya di wilayah tersebut.
“Manfaatnya Landai ini dia harus mutar lewat Kelok 9 satu jam setengah, bisa kita pepet menjadi 15 menit waktu mereka,” ujar Letkol Inf Uco Namara saat memaparkan dampak strategis pengerjaan infrastruktur jalan baru tersebut bagi masyarakat setempat.
Selain perbaikan akses jalan utama, pengerjaan TMMD di wilayah Limapuluh Kota juga mencakup penyediaan sarana air bersih serta pembangunan rumah sederhana bagi masyarakat yang membutuhkan. Pengerjaan proyek bantuan sosial ini didukung oleh anggaran pemerintah daerah serta kolaborasi bersama Baznas dan pihak perbankan guna menutupi keterbatasan dana operasional.
Dukungan Tanah Hibah dari Ninik Mamak
Sinergi Kodim 0306/50 Kota bersama pemerintah daerah juga terwujud dalam penanganan pascabencana di Gunung Omeh. Prajurit TNI dikerahkan untuk membuka akses jalan yang rusak, melakukan evakuasi, hingga membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana alam di wilayah pegunungan tersebut.
Pembangunan huntara dapat berlangsung cepat berkat keterbukaan Ninik Mamak Datuk yang menghibahkan tanah tanpa dipungut biaya. Menurut Uco Namara, kemudahan alokasi lahan terjadi karena tingginya kepercayaan adat terhadap niat tulus TNI dan pemerintah daerah yang murni bekerja demi kepentingan kemanusiaan seluruh warga.
Pengawasan infrastruktur penanggulangan bencana terus diperketat agar seluruh akses pemulihan ekonomi berjalan lancar. Kolaborasi erat antara institusi TNI, pemerintah kabupaten, dan pemangku adat terbukti mempercepat pemulihan psikologis serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di lokasi terdampak.






