PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Yayasan Ibrahim Datuk Tan Malaka kini fokus melanjutkan cita-cita pendidikan sang pahlawan dengan rencana pendirian universitas di Sumatera Barat. Langkah ini diambil setelah berhasil melakukan pemindahan jasad dan pengukuhan status cagar budaya bagi lokasi bersejarah peninggalan Tan Malaka di Kabupaten Limapuluh Kota.
Setelah polemik mengenai hak waris intelektual Tan Malaka mereda, yayasan yang didirikan pada 2021 ini menjadi wadah resmi untuk mengelola warisan karya dan cita-cita sang tokoh. Frizal Ridwan menjelaskan bahwa yayasan tersebut melibatkan pihak keluarga serta para pengagum Tan Malaka untuk memastikan pemikiran-pemikiran besar beliau tetap relevan bagi generasi penerus bangsa.
Fokus pada Cita-cita Pendidikan
Tan Malaka dikenal sebagai tokoh yang sangat menekankan pentingnya pendidikan bagi rakyat. Semangat inilah yang ingin diwujudkan kembali oleh yayasan melalui rencana pembangunan Universitas Tan Malaka. Lokasi untuk pendirian kampus tersebut saat ini sedang dalam tahap pengurusan lebih lanjut agar bisa segera direalisasikan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan bagi anak nagari.
Selain rencana pembangunan universitas, yayasan juga berperan dalam menjaga aset-aset intelektual. Frizal menyebutkan bahwa karya-karya besar seperti ‘Madilog’ dan ‘Massa Aksi’ menjadi landasan ideologi yang terus disebarluaskan. Hal ini penting agar masyarakat, khususnya generasi muda di Limapuluh Kota, memiliki akses literasi yang baik mengenai sejarah dan pemikiran tokoh bangsa.
Sinergi dengan Negara
Pemerintah kini telah memberikan dukungan nyata melalui penetapan rumah gadang dan makam Tan Malaka sebagai cagar budaya nasional pada 2024. Frizal mengapresiasi perhatian pemerintah yang telah memberikan hak-hak pahlawan nasional tersebut. Dukungan ini dianggap sebagai pengakuan atas besarnya kontribusi Tan Malaka terhadap kemerdekaan dan intelektualitas bangsa Indonesia.
Dengan adanya payung hukum melalui yayasan, pengelolaan kegiatan peringatan hari wafatnya Tan Malaka dan seminar-seminar pemikiran dapat dilakukan secara terstruktur. Yayasan berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah maupun pusat agar cita-cita Tan Malaka dalam mencerdaskan anak bangsa dapat terwujud secara berkelanjutan di tanah kelahirannya sendiri.






