Kisah Frizal Ridwan Jemput Jasad Tan Malaka ke Kediri

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAYAKUMBUH, Sumbartime.com — Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Frizal Ridwan, menceritakan perjuangan emosional saat menjemput jasad Tan Malaka dari Selopanggung, Kediri, kembali ke kampung halamannya di Suliki. Perjalanan yang dilakukan pada 2017 tersebut didasari oleh panggilan jiwa dan keinginan untuk memberikan penghormatan layak bagi pahlawan nasional tersebut sesuai adat Minangkabau.

Frizal Ridwan mengenang momen saat ia memutuskan untuk membawa pulang jasad Tan Malaka. Keputusan itu muncul secara spontan saat dirinya berziarah ke makam Ibrahim Datuk Tan Malaka di Kediri. Ia merasa perlu menjemput ‘Raja Bunga Setangkai’ tersebut agar dimakamkan di tanah kelahirannya, Suliki, sesuai dengan tata cara adat Minangkabau yang sakral.

Perjalanan Penuh Tantangan

Proses pemindahan jasad Tan Malaka tidak berjalan mulus. Frizal mengungkapkan bahwa banyak pihak yang meragukan, bahkan sempat ada penolakan dari masyarakat setempat di Selopanggung yang menganggap Tan Malaka sebagai sosok yang sudah menyatu dengan daerah mereka. Selain itu, dukungan administratif sempat terhambat karena adanya penarikan fasilitas mobil dinas oleh pihak Pemda saat itu.

Untuk membiayai perjalanan tersebut, Frizal bahkan harus menggadaikan SK jabatannya sebagai Wakil Bupati. Ia berangkat bersama rombongan dengan keterbatasan dana, namun semangat untuk memulangkan sang pahlawan tetap membara. Sepanjang perjalanan dari Kediri hingga kembali ke Sumatera Barat, rombongan mendapatkan bantuan tak terduga dari berbagai pihak di setiap perbatasan wilayah yang dilalui.

Legitimasi Sejarah dan Adat

Keyakinan Frizal terhadap makam tersebut diperkuat oleh tiga hal utama: penelusuran sejarawan Belanda Harry Poeze yang menyatakan 99 persen itu adalah makam Tan Malaka, pengujian DNA yang menunjukkan kecocokan tinggi, serta faktor metafisika melalui mimpi keluarga. Secara adat, pemindahan ini dianggap perlu karena Tan Malaka belum dimakamkan secara layak sesuai syariat Islam dan adat Minang.

Kini, perjuangan tersebut telah membuahkan hasil dengan ditetapkannya makam dan rumah Tan Malaka sebagai cagar budaya nasional. Frizal berharap langkah ini menjadi awal bagi generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan pemikiran Tan Malaka, serta menghargai perjuangan pahlawan bangsa yang sempat terabaikan akibat dinamika politik masa lalu.

Berita Terkait

Tes Urine Pelaku Aniaya Ibu Kandung di Padang Positif
Satpol PP Padang Amankan Belasan Muda-mudi Dini Hari
Balita Hanyut di Sungai Toboh Gadang Ditemukan Tewas
Pandangan Pemuda Payakumbuh pada Literasi Generasi Muda
Kisah Perjalanan Spiritual dan Restu Ibu di Balik Usaha
Barbershop Klasik Jadi Identitas Unik Usaha Muda
Musisi Jalanan Payakumbuh Raih Juara Terbuka di TikTok
Akses Jalan Landai Harau Memangkas Waktu Tempuh 15 Menit

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Tes Urine Pelaku Aniaya Ibu Kandung di Padang Positif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Satpol PP Padang Amankan Belasan Muda-mudi Dini Hari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Balita Hanyut di Sungai Toboh Gadang Ditemukan Tewas

Senin, 9 Maret 2026 - 09:00 WIB

Kisah Frizal Ridwan Jemput Jasad Tan Malaka ke Kediri

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:00 WIB

Pandangan Pemuda Payakumbuh pada Literasi Generasi Muda

Berita Terbaru

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Ini Rinciannya. (Foto: Dok. ANTARA)

Nasional

Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI, Ini Rinciannya

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:58 WIB

Rem Motor Berdecit, Ini Sejumlah Penyebab dan Cara Mengatasinya. (Foto: Dok. ANTARA)

Gaya Hidup

Rem Motor Berdecit, Ini Sejumlah Penyebab dan Cara Mengatasinya

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:58 WIB

AI Modal Swafoto Bisa Perkirakan Peluang Hidup Pasien Kanker. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Gaya Hidup

AI Modal Swafoto Bisa Perkirakan Peluang Hidup Pasien Kanker

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:58 WIB

Polutan Jakarta Menurun, DLH Soroti Peran Modifikasi Cuaca. (Foto: Dok. CNN Indonesia)

Teknologi

Polutan Jakarta Menurun, DLH Soroti Peran Modifikasi Cuaca

Minggu, 25 Okt 2026 - 13:57 WIB