Sipasan Hadir Melawan Hoax, Memenangkan Prabowo Sandi di Limapuluh Kota dan Payakumbuh

Puluhan relawan Sipasan foto bersama didepan Baliho Prabowo Sandi
Iklan border=

SUMBARTIME.COM-Sipasan ( Situjuah Prabowo Sandi) hadir sebagai bentuk perjuangan pemenangan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Sandi di kawasan Limapuluh Kota dan Payakumbuh.

Hal itu dikatakan oleh Koordinator Sipasan Aan Tama kepada awak media, Selasa (29/1).

Iklan border=
Loading...

Menurutnya, Relawan yang baru saja dibentuk dan diresmikan bersamaan dengan dibentuknya deklerasi lintas partai pemenangan Prabowo Sandi di Kota Payakumbuh beberapa waktu kemaren, berisikan para anak muda yang memiliki semangat ingin menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik demi terciptanya keadilan sosial bagi seluruh warga negara serta kerukunan umat beragama di NKRI.

Mengenai nama relawan yang berbau suatu tempat komunitas suatu daerah, secara rinci Aan Tama menjelaskan, bahwa menurutnya lagi, diakui relawan Sipasan tersebut mayoritas di isi oleh putra daerah Situjuah Limonagari.

” Kami tidak ingin ada stigma yang terbentuk di publik yang mengesankan bahwa Situjuah Limonagari merupakan basisnya petahana”, ungkapnya.

Bahkan Aan Haqul Yakin jika mayoritas warga Situjuah Limonagari adalah pendukung berat Prabowo Sandi, katanya mengungkapkan. Hal itu ditandai dengan banyaknya desakan dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda agar dibentuk sebuah relawan yang bertujuan melawan hoax dan memenangkan Prabowo Sandi sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 17 April 2019 mendatang, ungkapnya optimis.

” Puluhan pemuda bergotong royong mengeluarkan uang dari sakunya masing masing membuat baliho Prabowo Sandi di beberapa titik lokasi yang dianggap strategis di Wilayah Limapuluh Kota dan Payakumbuh”, tandasnya lagi.

Selain membuat baliho, puluhan relawan Sipasan juga nantinya akan mendatangi rumah rumah warga, warung warung kopi mengajak dan mengimbau masyarakat untuk memenangkan Prabowo Sandi tanpa iming iming rupiah ataupun nasi bungkus.

“Yang kita ketuk adalah hati masyarakat, kita tidak mau memberikan uang recehan. Terlalu murah harga diri warga jika diukur dengan recehan untuk sekali 5 tahun,” tutur Aan Tama.

Namun menurutnya lagi, dia bersama puluhan relawan lainnya, memberikan pemahaman yang benar tentang kondisi bangsa yang sedang darurat dan butuh orang kuat dan cerdas untuk memimpinnya.

Alhamdulillah, ungkap Aan lagi, aksi yang mereka lakukan bersama puluhan pemuda Situjuah Limonagari mendapat respon yang positif di masyarakat, paparnya mengakhiri pembicaraan. (aa)

. . . .
Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here