BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan berbagai program strategis menjelang akhir tahun 2025.
Sejumlah kebijakan prioritas digulirkan secara simultan, mulai dari penguatan ekonomi UMKM, percepatan penurunan stunting, peningkatan produktivitas pangan petani lokal, hingga penguatan tata kelola keuangan daerah dan birokrasi.
Di sektor ekonomi, Pemko Bukittinggi mengalokasikan Rp 2,5 miliar untuk subsidi Tabungan Utsman sebagai modal usaha bagi pelaku UMKM. Program ini menjadi salah satu instrumen unggulan dalam mendorong akses permodalan yang inklusif.
Pemko mencatat, pada tahun sebelumnya, program serupa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi UMKM hingga 300 persen, menandakan dampak signifikan terhadap geliat usaha mikro dan kecil di kota wisata tersebut.
Sementara di bidang kesehatan, Pemko Bukittinggi memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Program ini disalurkan kepada 27 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dengan pendekatan pendampingan dan pemenuhan gizi berkelanjutan. Langkah ini menegaskan fokus pemerintah daerah pada pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.
Pada sektor pangan, Pemko memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan produktivitas petani lokal. Upaya ini diarahkan agar Bukittinggi mampu memperkuat ketahanan pangan dan bergerak menuju swasembada pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.
Dari sisi keuangan daerah, Pemko Bukittinggi terus melakukan evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai penopang utama APBD.
Rapat-rapat koordinasi bersama TP2DD digelar secara berkelanjutan guna memaksimalkan realisasi PAD, meningkatkan transparansi, serta memperkuat tata kelola keuangan daerah yang akuntabel.
Di bidang administrasi dan sumber daya manusia, Pemko melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan Sekretaris Daerah (Sekda) baru, Rismal Hadi, pada Juli 2025, serta mutasi dan rotasi ASN pada November 2025. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas pelayanan publik.
Tak hanya fokus pada urusan internal, Pemko Bukittinggi juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di Kabupaten Tanah Datar pada awal Desember 2025. Bantuan tersebut menjadi wujud solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana.
Di sisi lain, sepanjang 2025 Kota Bukittinggi juga dipercaya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang tidak hanya memperkuat syiar keagamaan, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan jasa.
Dengan rangkaian program strategis tersebut, Pemko Bukittinggi menutup tahun 2025 dengan langkah progresif, mengintegrasikan pembangunan ekonomi, kesehatan, pangan, tata kelola pemerintahan, serta kepedulian sosial demi mewujudkan kota yang berdaya saing dan berkelanjutan. (Aa)
















