Olly Wijaya SE : “Konsep Sarilamak Sebagai Ibukota Kabupaten Limapuluh Kota Tidak Jelas”

gambar peta wilayah Limapuluh Kota

SumbartimeLimapuluh Kota-Sebagai pusat Ibukota Kawasan Kabupaten (IKK) sudah seharusnya Sarilamak berbeda dengan Nagari maupun daerah lain yang ada di Limapuluh Kota.  Pembangunan infrastruktur sudah seharusnya melebihi dari daerah lain. Konsep Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK) lebih jelas dan terukur serta terarah, sebagaimana konsep Ibukota daerah yang ada di Indonesia.

Namun hal ironis justru terjadi di Sarilamak. Konsep Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Daerah yang dilahirkan sejak 2005 hingga 2025 dan telah memasuki priode ketiga dibawah kepemimpinan Irfendi Arbi- Ferizal Ridwan tidak membekas sama sekali.

Iklan

Hal itu dikatakan dan diakui oleh Walinagari Sarilamak, Olly Wijaya, SE, kepada awak media, Jumat (23/03) malam. Menurutnya Sarilamak sebagai IKK Limapuluh Kota seperti termaktub di dalam RPJP Daerah, merupakan kawasan strategi utama.

Sebagai kawasan strategi utama, Sarilamak mempunyai bebeapa fungsi, antara lain, sebagai pusat pemerintahan terpadu, pusat perdagangan regional, pusat pendidikan, pusat kesehatan, pusat Industri, pusat pariwisata dan pusat pemukiman.

Namun hal itu menurut Olly Wijaya satupun belum terealisasi, ungkapnya. Salah satu penyebab mandegnya pembangunan di Sarilamak, karena konsep Rencana Tata Ruang Wilayah tidak jelas, sehingga membuat para investor enggan masuk membangun Sarilamak.

” Konsep Sarilamak sebagai IKK tidak jelas, sementara RTRW Kota amburadul. Lantas apa yang dibanggakan dan gadang gadangkan Sarilamak sebagai Ibukota Kabupaten” tukasnya tegas.

Dan parahnya, amburadulnya RTRW, berdampak pada Rencana Detil Tata Ruang Kota (RDTRK). Salah satu contoh tutur Walinagari tersebut, saat ini mana kawasan perkantoran, dan mana kawasan perumahan, serta kawasan zonasi yang lainnya tidak jelas terkesan saling tumpang tindih di Sarilamak, ungkap Walinagari tersebut.

Olly Wijaya menyakini jika hal ini dibiarkan berlarut larut dan tak ada niat dari Pemkab untuk segera merevisi peraturan, maka dikuatirkan 5 sampai 10 tahun mendatang Sarilamak akan menjadi zonasi kawasn kumuh yang tak tertata.

Sebenarnya, aku Olly lagi, permasalahan itu sudah lama dia ingatkan baik ke eksekutif maupun legislatif, namun Pemkab tidak merespon hal tersebut dengan segera, Sebab menurutnya jika RTRW yang amburadul akan berdampak pada tata ruang Sarilamak sebagai IKK. Sekedar diketahui tambahnya lagi tinkat pertumbuhan populasi penduduk di Sarilamak dari tahun 2016 hingga 2018 ini meningkat sebanyak 4,6%.

Dan jika konsep RDTRK tidak dibenahi maka cita cita RPJP  Kabupaten Limapuluh Kota menjadikan Sarilamak sebagai Ibukota Kabupaten hanya sekedar pemanis dan seremonial saja pungkasnya mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here