Jalan Kubang Balambak Rusak Parah, Warga Mengeluh, Wabup : Anggaran Infrastruktur Tersedot Untuk Pokir

Kondisi Jalan di Kawasan Kubang Malambak

SumbartimeLimapuluh Kota-Curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari belakangan di Kawasan Limapuluh Kota, membuat kondisi jalan di kawasan Jorong Koto Tinggi, Nagari Kubang Balambak, Kabupaten Limapuluh Kota semakin parah.

Kondisi jalan yang belum tersentuh aspal itu lebih mirip seperti kubangan lumpur dari pada jalur transportasi warga, ujar Dini Syifa, salah satu masyarakat setempat. Dirinya serta warga lainnya berharap agar Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota peka dan mendengar jeritan warga untuk memperbaiki akses jalan tersebut.

Iklan

Melalui media, Dini Syifa, Selasa (13/03) berharap agar keluhan warga Jorong Koto Tinggi, Nagari Kubang Balambak, terkait permohonan perbaikan akses transportasi warga agar didengar oleh pemerintah setempat.

” Kami berharap agar Kepala Daerah bisa mendengarkan tangisan kami warga Kubang Balambak terkait akses jalan ke kampung kami sangat memprihatinkan,” ujarnya mengatakan.

Terpisah, Ketika awak media berhasil menghubungi Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan dan menyampaikan pesan dan harapan warga, Selasa (13/03) malam, dirinya mengaku sangat mengerti dan memahami kondisi akses jalan warga Nagari Kubang Balambak tersebut.

Namun dengan jujur Ferizal menyebutkan kemungkinan besar setahu dirinya anggaran perbaikan jalan Kubang Lambak yang belum tersentuh aspal dan saat ini dalam kondisi memprihatinkan tersebut pada tahun anggaran 2018 belum tersedia dalam APBD ujarnya.

Menurut Ferizal Ridwan, bukan berarti Pemkab mengabaikan dan terkesan tutup mata atas kondisi tersebut. Namun ujarnya lagi, saat ini pihak Pemkab seakan mati langkah atas minimnya anggaran yang tersedia.

Di jelaskan dari total 252 Milyar anggaran untuk pembangunan Infrastruktur pada tahun 2018 ini, 118 Milyar tersedot untuk anggaran Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Limapuluh Kota. Dan dari 118 Milyar rupiah tersebut, ujar Ferizal Ridwan hampir sebagian besar diduga tidak sesuai kepada peruntukannya.

Akibatnya, saat ini di kawasan Kabupaten Limapuluh Kota, terkesan pembangunan Infrastruktur nyaris tidak berjalan sebagaimana cita cita RPJMD, tandas Wakil Bupati tersebut. Di akui banyak infrastruktur di Kabupaten Limapuluh Kota menjadi mandeg dan terbengkalai akibat anggaran APBD tersedot untuk pokir DPRD, tuding Ferizal Ridwan blak blakan.

Untuk itu Sebagai unsur Kepala Daerah, dirinya berharap agar masyarakat bisa memahami kondisi keuangan daerah. Bahkan Ferizal Ridwan dengan tegas meminta masyarakat juga mempertanyakan kepada para Anggota DPRD kemana dan untuk apa saja anggaran pokir yang luar biasa besar tersebut dipergunakan, tutur Wakil Bupati tersebut. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here