Ini Kisah Pengakuan Mantan Siswi SMK 3 Payakumbuh, Korban Yang Ditemukan Fly Oleh Warga Padang

Sumbartime.com-Ind (15) mantan Siswi SMK 3 Payakumbuh yang ditemukan warga di semak belukar, kawasan Limopuruik, Kelurahan Batang Kabung Ganting,  Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Rabu (27/09) kemaren, saat ini kondisinya dalam proses pemulihan.

Ironisnya dari keterangan orang tua mantan Siswi SMK 3 Payakumbuh tersebut, Wirda Yenti, anaknya merupakan korban penculikan dari orang tak dikenal (OTK), ujarnya. Dijelaskan lagi, pihak keluarga dengan korban putus kontak sejak 27 Agustus 2017 silam.

Iklan
Loading...

” Kami kehilangan kontak dengan korban sudah sebulan yang lalu, pada tanggal 27 Agustus 2017 silam, ujar Wirda Yenti, kepada awak media, Kamis (28/09).

Sejak anaknya diculik oleh orang tak dikenal pada akhir Agustus lalu, sejak itulah mereka kehilangan kontak dengan korban.

Pada Kamis (28/09) pagi, Wirda Yenti berhasil mendapatkan keterangan dari korban terkait sebulan lebih anaknya tersebut menghilang dan terakhir ditemukan dalam kondisi tak sadar diri seperti hilang ingatan pada 27 September 2017 kemaren.

Berdasarkan pengakuan korban, dirinya (Ind) dibawa oleh seseorang yang tak dikenalnya selama sebulan. Dirinya dibawa oleh OTK saat berada di Kota Payakumbuh. Selama masa dirinya tersandra tersebut, korban sempat dibawa ke beberapa kota yang ada di Sumatra Barat ini.

Tragis, masa dalam penculikan oleh OTK itu, dirinya tidak diperkenan keluar dari mobil, tidur serta makan tetap berada dalam mobil. Korban hanya boleh keluar dari mobil pada saat mandi dan buang air saja, itupun dipilih lokasi tempat mandi rumah ibadah yang jauh dari keramaian.

Namun masih menurut orang tua korban, saat ditanya lebih lanjut kisah tersandra oleh orang yang menculiknya, korban tiba tiba menangis dan sesekali berteriak hingga belum banyak cerita yang didapat dari mulut korban.

Wirda Yenti juga menepis isu jika korban sering kesurupan akibat kemasukan jin jahat, dengan mengatakan korban sebelum kejadian sehat dari segi fisik serta mental. Cuman saat ini korban sedang mengalami trauma berat dan syok akibat menjadi korban penculikan, tambahnya lagi.

Orang tua korban, untuk sementara masih belum mau melaporkan ke polisi terkait peristiwa penculikan oleh OTK terhadap anaknya tersebut dengan alasan menunggu pulih fisik serta mental korban stabil, tandasnya.

Sementara itu, terpisah menurut informasi pihak Rumah Sakit Bhayangkara Padang, pada malam kejadian, didapat info yang menyebutkan dari hasil pemeriksaan medis, tidak terdapat tanda tanda kekerasan fisik di tubuh korban.

Terkait apakah korban juga diduga mengalami pelecehan seksual atau perkosaan, pihak Rumkit, belum bisa menduga ataupun memastikan, karena orang tua korban menolak untuk dilakukan visum.

Namun saat pertama berada di rumah sakit, ditemukan noda bercak darah di rok korban, namun setelah di chek , kuat dugaan kalau itu noda darah menstruasi korban, ungkap pihak  Rumah Sakit Bhayangkara Padang, ke beberapa awak media. (tim)

 

 

Loading...
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here