Sumbartime – Kasus dugaan pencabulan puluhan anak di Nagari Bahagia Padang Galugua, Kecamatan Padang Gelugur membuat warga emosi dan melimpah amarahnya dengan merobohkan paksa rumah pelaku.
Dugaan pencabulan terhadap puluhan anak di bawah umur itu dilakukan oleh seorang remaja berusia 20-an inisial RP.
Korban diidentifikasi merupakan anak-anak laki-laki berusia 12 tahun ke bawah, dan rata-rata masih duduk di sekolah dasar.
Berdasarkan penelusuran Sumbartime total jumlah korban diperkirakan sudah mencapai 40an orang lebih dan bisa saja bertambah.
Awal mula kasus terbongkar karena salah seorang warga meminjam handphone dari pelaku yang saat itu sedang tertidur, warga tersebut sontak kaget melihat ada beberapa video yang tidak wajar yang direkam secara sengaja oleh pelaku yang kemudian video tersebut diambil secara diam-diam oleh warga itu dan dikirimkan ke salah satu grup whatshapp di perantauan.
Melihat video pelecehan pelaku bersama korban, saudara di perantauan langsung geram dan meneruskan video langsung ke orangtua korban, makanya langsung dilaporkan ke pihak berwajib
Setelah dilakukan penelusuran oleh pihak sekolah, ternyata banyak anak-anak yang mengaku memang sudah mendapatkan perlakuan tidak wajar oleh pelaku, bahkan pengakuan anak-anak ada yang diancam akan dipukuli.
Sementara itu melalui keterangan nya Wali Nagari Bahagia Padang Galugua, Ali Fitra, membenarkan rumah pelaku itu telah hancur. Namun, Ali enggan berkomentar banyak terkait insiden ini.
“Iya. Itu kan sesuai yang keluar di media. Iya karena emosi,” kata Ali, dikutip laman suara Sumbar Jum’at (6/10/2023).





















