Dua Pelaku Hipnotis Asal Payakumbuh Terlibat Kejar Kejaran Dengan Warga dan Polisi

Gambar ilustrasi

SUMBARTIME.COM-Rabu sore (8/5) sore masyarakat Nagari Batu Payung, Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, bersama aparat Polsek Luhak terlibat kejar kejaran dengan dua orang pria terduga pelaku hipnotis.

Aksi kejar kejaran tersebut berakhir ketika pelarian kedua terduga pelaku hipnotis yang mengendarai mobil jenis minibus dengan plat nomor BM 1036 JY itu berakhir setelah berhasil dicegat di depan Polsek Luhak oleh aparat yang ikut mengejar.

Iklan

Alhasil kedua terduga pelaku yang kemudian diketahui msing masing berinisial EW warga Payakumbuh Timur dan DRS warga asal Payakumbuh Barat tersebut digelandang ke Mapolsek untuk diamankan dan dimintai keterangan.

Menurut Kapolres Payakumbuh AKBP Endrasetiawan Setyawibowo melalui Kapolsek Luhak, AKP Amirwan, kepada awak media menjelaskan jika kedua terduga pelaku hipnotis tersebut baru saja berhasil menggasak uang milik warga Nagari Batu Payung bernama Ganting sebanyak jutaan rupiah.

Adapun modus yang digunakan kedua terduga pelaku yakni berpura pura mengajak korban jalan jalan dengan alasan mencari lokasi tanah yang cocok untuk pembangunan kandang ayam. Korban yang semula tak sadar bakal jadi korban penipuan menuruti kemauan kedua pelaku.

Selama dalam perjalanan, korban diperdaya oleh kedua terduga pelaku hingga tak sadar menyerahkan uang kontan miliknya kepada para pelaku. Setelah uang korban sebanyak jutaan rupiah berhasil di sikat para pelaku, selanjutnya korban kembali diantarkan pulang tak jauh dari kediamannya.

Namun saat korban baru saja turun dari kendaraan para pelaku, korban tersadar jika uangnya telah amblas diberikan begitu saja. Menyadari hal itu korban berteriak mintak tolong sehingga mengundang kedatangan warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian dari laporan korban, tidak membuang waktu langsung melakukan pengejaran terhadap kedua terduga pelaku sehingga terjadilah aksi kejar kejaran tersebut.

Kepada polisi, kedua terduga pelaku mengaku baru kali pertama melakukan aksi hipnotis tersebut. Namun aparat tidak mudah percaya begitu saja dan masih melakukan proses pemeriksaan lanjutan, papar Amirwan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here