Dramatis, Inilah Kisah Tim BKSDA Riau Dua Jam Dikelilingi Oleh Harimau Liar Dalam Jarak Tiga Meter

gambar ilutrasi

Sumbartime-Maraknya penampakan sesosok Harimau di kawasan Hutan Green Belt, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Indragiri Hilir ( Inhil) Riau, oleh warga setempat, membuat Tim BKSDA Provinsi Riau penasaran dan kurang lebih dalam satu bulan berusaha menyusuri jejak si raja hutan tersebut. Mereka berharap agar sang raja hutan itu bisa kembali ke habitatnya dan tidak lagi mengganggu bahkan memangsa manusia.

Namun siapa sangka, perburuan yang mereka lakukan terhadap si raja hutan itu, pada Selasa (20/02) pagi, menuai hasilnya. Mereka bertemu dengan harimau tersebut dan saling berhadap hadapan.

Iklan

Dua jam mereka dikelilingi oleh sang harimau dengan jarak 3 meter, hanya membuat mereka terpaku diam dan gemetar, seumur umur inilah kali pertama mereka bertemu dengan si raja hutan tersebut tanpa ada jarak penghalang diantara mereka.

Di ceritakan oleh Kapolsek Pelangiran, Iptu M. Rafi, kepada para awak media, kisah dua anggotanya yakni Aiptu Alwis dan Brigadir Kopri Naldi bersama 7 anggota BKSDA Riau yang dua jam dikelilingi oleh si raja hutan tanpa bisa berbuat apa apa.

Menurutnya, kisah bermula dari laporan salah seorang karyawan kebun sawit, Senin (19/02) di Hutan Green Belt, Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Inhil Riau, mereka melihat penampakan sesosok harimau yang diduga pelaku pemangsa seorang karyawati perkebunan beberapa waktu yang lalu.

Saat menerima lapaoran dari salah seorang karyawan perkebunan tersebut, dua anggotanya bersama 7 orang tim BKSDA Riau langsung melakukan perburuan. Pada Selasa (20/02) pagi, setelah menyusuri hutan, kurang lebih 40 meter dari kanal, mereka menemukan jejak kaki sang raja hutan tersebut.

Tanpa membuang waktu mereka langsung menyusuri jejak jejak kaki sang harimau yang menjadi perburuan mereka. Namun siapa sangka, dari jarak yang tak terduga, tiba tiba munculah di hadapan mereka sesosok harimau dengan ukuran cukup besar dan jarak kurang lebih hanya tiga meter.

Sontak kengerian diantara mereka muncul, salah mengambil tindakan, nyawa bisa melayang. Mereka terdiam dan terpaku hanya mapu memandangi wajah sang raja hutan tersebut dengan mata kuyu sambil berdoa di dalam hati masing masing.

Sementara sang raja hutan tersebut dengan seringainya, seakan akan memandangi wajah wajah tim pemburu dirinya satu persatu. Tak puas hanya menatap wajah tim pemburu, harimau tersebut mengelilingi mereka seakan akan siap menerkam dan memangsa mereka.

9 orang tim dua diantaranya polisi hanya bisa diam tak bergerak pasrah. Diketahui kedua anggota polisi itu memang membawa senjata api, namun melakukan perlawanan dengan menembak sang hariamau, bukanlah pilihan yang bijaksana menurut mereka saat itu. Beruntung Tim BKSDA yang cukup dibekali ilmu mengenali sosok binatang buas berusaha tenang untuk tidak membuat gerakan yang bisa membahayakan keselamatan tim.

Dua jam mereka hanya diam terpaku dikelilingi oleh sang raja hutan tersebut terus menerus. Segala pikiran yang terburuk sekalipun berkecamuk di dalam kepala mereka masing masing. Namun tim tetap berusaha untuk tenang dan tidak membuat gerakan yang bisa membuat sang raja hutan itu marah.

Dalam jarak tiga meter dengan Harimau, jika membuat kesalahan sekecil apapun, bisa berakibat fatal bagi mereka. Terasa waktu begitu lambat dirasakan berjalan bagi mereka. Saat itu suasana di tepian hutan tersebut sangat mencekam bagi tim. Mereka merasakan kondisi yang sangat tertekan berhadapan dengan penguasa hutan liar yang diduga pelaku pemangsa seorang karyawati perkebunan hingga tewas beberapa waktu silam.

Namun Tuhan masih sayang kepada 9 orang tim tersebut, setelah puas mengelilingi mereka kurang lebih dua jam, sang raja hutan itu, tiba tiba melompat masuk ke dalam hutan dan dalam sekejap menghilang di dalam rimba raya.

Saat itulah para anggota tim bisa bernafas lega, dengan terharu mereka saling berpelukan dan berdoa kepada Tuhan, telah selamat dari maut yang mengintai. Tidak lama kemudian datanglah bantuan dari personil lainnya sehingga mereka berhasil pulang ke basecamp dengan selamat, papar Iptu Rafi menceritakan kejadian dramatis tersebut. (kr)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here