Dorr! Bedil Polisi Menyalak, Pelaku, Penjual dan Penadah Curanmor Diringkus Satreskrim Polres Bukittinggi

Para pelaku curanmor (dok polres bkt)

SUMBARTIME.COM-Doorr, bedil polisi menyalak. Seorang resedivis pelaku tindak pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) roda dua, inisial RR (30) tersungkur tak berkutik saat hendak berusah kabur setelah berhasil diamankan polisi.

Satreskrim Polres Bukittinggi terpaksa melumpuhkan tersangka curanmor tersebut dengan timah panas saat hendak berusaha hendak melawan dan kabur sewaktu dilakukan proses pengembangan kasus motor yang sempat dia curi.

Iklan

Menurut Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara, yang didampingi Kasatreskrim AKP Chairul Amri Nasution, Sabtu (17/10) menjelaskan, jika tersangka RR sebelumnya ditangkap di kawasan Palupuh, Kabupaten Agam, Kamis 15, Oktober 2020 kemaren.

Yang bersangkutan telah menjadi target operasi (TO) atas pencurian sebuah sepeda motor merek Honda CBR warna putih merah BA-3775-LR di di Jalan Hamka Asrama Kodim 0304 Agam Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi, beberapa waktu lalu.

Saat diamankan, tersangka mengakui perbuatannya tersebut. Bahkan dalam pengakuannya, dirinya dibantu oleh seorang inisial RFS (26) warga Guguak Panjang Kota Bukittinggi, dalam menjual hasil curanmor itu.

Tanpa membuang waktu, berdasarkan pengakuan tersangka, polisi langsung mencari dan mengamankan RFS yang berperan sebagai sipenjual dan saat itu sedang berada di Kota Payakumbuh.

Selanjutnya setelah berhasil mengamankan si penjual, kasus terus dikembangkan hingga diketahui lah satu nama inisial MI (32) warga Batipuh Kabupaten Tanah Datar, sebagai penadah dan pembeli motor merek Honda CBR hasil curian tersebut.

Sementara itu, saat dilakukan proses pengembangan kasus terangka RR sempat berusaha melawan dan kabur dari pengamanan polisi sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan yang terukur.

Saat ini ketiga tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Mapolres Bukittinggi, papar Dody Prawiranegara.

Terhadap pelaku RR kita terapkan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara sedangkan untuk pelaku RFS dan MI kita terapkan pasal 480 KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. Pelaku RR sendiri merupakan pemain lama yang sudah keluar masuk lembaga pemasyarakatan, papar Chairul Amri menambahkan. (ezi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here