Berniat Pergi Pengajian, Pasutri di Limapuluh Kota ini Jadi Korban Timbunan Longsor Bencana Lintau Buo

salah satu korban timbunan longsor yang berhasil dievakuasi

SUMBARTIME.COM-Sampai hari kedua pencarian terhadap seorang korban tertimbun material longsor bencana alam di Lintau Buo masih terus dilakukan. Korban yang diketahui bernama Iwir (62) warga Jorong Tanjung Aro, Nagari Sikabu Kabu, Kabupaten Limapuluh Kota yang sehari hari beraktifitas sebagai seorang buya ini masih belum ditemukan.

Buya Iwir diketahui tertimbun material longsor bersama sang istri Yarnida (56) pada musibah bencana galodo yang menimpa kawasan Lintau Buo, Tanah Datar, Kamis (11/10) malam kemaren.

Iklan

Saat itu kedua pasangan suami istri tersebut dengan mengendarai sepeda motor melintasi Jalan raya, Halaban- Lintau Buo. Keduanya bermaksud hendak menghadari pengajian rutin tiap minggu yang diadakan di kawasan Lintau Buo.

Namun musibah yang datang begitu saja tak dapat di tolak, saat berkendara berdua itulah tiba tiba bencana alam galodo sekira pukul 18.45 WIB, tiba tiba datang menerjang. Buya Iwir dan Yarnida saat itu sedang melintas di lokasi terpental diterjang material longsor.

Sekita tubuh kedua pasangan suami istri tersebut tertimbun material longsor bersama sepeda motor mereka. Innalillahi, Wainnalillahi Rojiun, Semua datang dari Allah dan kembali berpulang kepadaNya.

Keesokan harinya, Juma (12/10) sore tim SAR berhasil menemukan salah satu tubuh dari pasangan suami istri tersebut. Yarnida berhasil ditemukan oleh tim SAR dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban ditemukan oleh tim evakuasi tertimbun oleh material longsor dan langsung dibawa ke Puskesmas Lintau Buo.

Selanjutnya setelah dibersihkan, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka, Jorong Tanjung Aro, Nagari Sikabu Kabu, Limapuluh Kota, Jumat (12/10 ), ujar Robi Saputra, kepala Pos tim SAR Payakumbuh.

Terpisah, keluarga korban di rumah duka saat ini dalam kondisi berduka dan kehilangan yang amat sangat. Menurut Riko salah satu anak korban berharap tim SAR bisa dengan secepatnya menemukan tubuh ayah mereka yang masih tertimbun material longsor.

Dalam akun facebooknya, dirinya menulis berharap agar ayahnya bisa ditemukan dalam kondisi apapun. Dia mengaku saat ini masih dalam kondisi syok atas musibah yang menimpa kedua orang tuanya.

Riko menceritakan detik detik menjelang keberangkatan kedua orang tuanya tersebut menuju kawasan Lintau Buo untuk mengikuti pengajian. Menurutnya pada Kamis (11/10) sore, sepelas bada’ Ashar, kondisi cuaca saat itu kurang bersahabat. Hujan gerimis turun di kawasan Jorong Tanjung Aro.

Saat itu pihak keluarga sempat meminta kedua orang tua mereka untuk membatalkan kepergian dengan alasan kondisi yang kurang bersahabat. Namun kedua orang tua mereka tetap bersikeras untuk pergi ikut pengajian di daerah Linatu Buo dengan alasan mencari dan menambah tabungan amal ibadah mereka kelak di akhirat.

Pihak keluarga pun tak kuasa menahan keberangkatan mereka pada sore itu, dan ternyata itulah hari terakhir mereka melihat kedua orang tua mereka, ujar Riko.

Kini Riko serta pihak keluarga berharap semuga tim SAR bisa menemukan Ayah mereka dalam kondisi apapun.” Tolong temukan ayah kami”, ujarnya penuh harap. (aa)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here