Ada Pergerakan Tanah di Koto Alam, 6 Rumah Alami Kerusakan, Warga : Hentikan Eksploitasi Pertambangan Dengan Bahan Peledak!!

kerusakan terhadap rumah warga akibat tanah bergerak

SUMBARTIME.COM-Warga di kawasan Jorong Batu Hampa dan Jorong Simpang Tiga, Kenagarian Koto Alam, Kabupaten Limapuluh Kota, meminta Pemerintah Daerah untuk bisa menghentikan aktifitas pertambangan yang menggunakan bahan peledak di kawasan setempat.

Tak berlebihan rasanya ribuan warga yang menghuni kawasan tersebut berharap ke pihak terkait agar mengevaluasi ulang pertambangan mengingat ada potensi bencana yang mengancam jiwa serta harta benda mereka lantaran eksploitasi dengan cara peledakan yang merusak lingkungan serta ekosistem.

Iklan

Menurut warga saat ini telah terjadi retakan tanah sepanjang kurang lebih 300 meter di wilayah mereka. Keretakan tanah serta berpotensi bencana yang mengancam ribuan nyawa tersebut diduga akibat eksplotasi pertambangan dengan menggunakan bahan peledak.

Salah seorang warga setempat bernama Ilham mengatakan saat ini ribuan jiwa warga setempat dihantui ketakutan akan bencana tanah longsor akibat terjadinya keretakan tanah yang cukup panjang tersebut, ujarnya.

” Saat ini di Polong Dua tinggal menunggu tanah yang amblas saja dari kawasan Jorong Batu Hampa. Lebar keretakannya sudah 1 meter. Kami waspada jangan jangan tidak berapa lama lagi kami di timpa longsoran dari atas (Jorong Batu Hampa),” ujar Ilham.

Menurutnya keretakan itu timbul sejak dua tahun terakhir.Kondisi itu diperparah dengan intensitas hujan yang tinggi sejak beberapa hari terkahir, paparnya lagi

Sementara itu, salah seorang warga yang rumahnya mengalami keretakan pondasi dan dinding, mengaku saat ini dirinya dihantui ketakutan. Menurut warga yang bernama Uwan tersebut mengatakan ada pergerakan tanah di kawasan Koto Alam dalam beberapa hari terakhir.

” Kurang lebih ada 6 rumah yang mengalami keretakan pondasi serta dinding di Kawasan Koto alam, akibat pergerakan tanah. Hal ini diperparah tingginya aktifitas hujan dalam beberapa hari terakhir”, ungkapnya.

Terpisah Walinagari Koto Alam, Abdul Malik, kepada para awak media mengakui memang terjadi pergerakan tanah yang mengakibatkan ada 6 rumah warga yang mengalami kerusakan. Hal itu menurutnya akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur di wilayahnya.

Namun beberapa warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya demi alasan keamanan justru mengungkapkan, jika penyebab terjadinya pergerakan tanah yang berpotensi terjadinya “Pembunuhan massal” di wilayah mereka penyebab utamanya adalah kegiatan eksploitasi pertambangan yang menggunakan bahan peledak!!.

Untuk itu mereka berharap agar Pemerintah Daerah bisa melindungi warganya dari potensi bencana alam yang diduga akibat ulah tangan nakal manusia, tukuk mereka mengatakan. (aa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here