Sumbartime.com,- Kamis,8/9/22 Dalam rangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Pemerintah Kota Bukittinggi di Bawah pimpinan H. Erman Safar, SH Gerak Cepat untuk mengendalikan inflasi melalui Gerakan menanam Bawang Merah sebagai salah satu upaya untuk menekan laju inflasi bahan pangan terutama untuk komoditi bawang merah dan cabe.
Saat ini Kondisi Sumatera Barat berada di peringkat ke 2 inflasi tertinggi di Sumatera, Bukittinggi dan Padang merupakan kota yang dijadikan indikator penilaian inflasi untuk Provinsi Sumatera Barat, dimana Bawang merah dan cabe merupakan salah komoditi pertanian yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Indonesia.
Untuk itu, Pemko Bukittinggi-Dinas Pertanian dan Pangan melaksanakan Gerakan Pengendalian Inflasi melalui Kegiatan Pencanangan Menanam Bawang Merah, yang dilaksanakan di kelompok tani Usaha Bersama Kelurahan Kubu Tanjung, yang diiringi dengan Bazar Sembako Murah di 4 lokasi berbeda.
Walikota Bukittinggi mengungkapkan apresiasi atas gerak cepat sebagai sebagai Kota Pertama yang mencetuskan untuk menggerakkan masyarakat menanam bawang merah dan cabe sehingga diharapkan dapat mengatasi keterbatasan produksi penyebab inflasi.
Penanaman bawang merah secara simbolis dilaksanakan oleh Walikota Bukittinggi, didampingi oleh Ketua DPRD Kota Bukitinggi, Forkopimda, Kepala Bulog, Camat, Lurah, KTNA, kelompoktani dan masyarakat. Sebelumnya penyerahan Tanaman Bawang Merah didalam polybag diserahkan kepada Ibu-Ibu sebagai Gerakan penanaman Bawang merah dipekarangan.
Untuk meningkatkan kemudahan dalam berusaha tani Walikota Bukittinggi telah berhasil mendapatkan Pokir DPRRI Ade Rezki Pratama senilai 800 juta untuk jalan usaha tani di Kecamatan ABTB, pelaksanaannya tahun depan.
Walikota mengajak kaum muda untuk menjadi petani dan pengusaha Tani melalui kegiatan petani milenial dengan hasil panen lebih cepat dan produksi melimpah, dimana akses bantuan sangat banyak dapat diperoleh terutama melalui anggota Dewan kita, ungkap H. Erman Safar, SH menutup sambutannya.
Semoga dengan kegiatan ini masyarakat tani semakin giat meningkatkan produksi pertanian terutama bahan pangan yang mempengaruhi inflasi seperti Bawang Merah dan cabe.
(alex)


















