6 Tewas Tertimbun Galian Emas Ilegal di Riau

Lokasi kejadian (dok polres Kuantan Sigihi)

SUMBARTIME.COM-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten kuantan Singingi menelan korban. 6 dari 8 pekerja yang tertibun galian dilaporkan tewas di lokasi. Sementara dua orang lainnya selamat.

Peristiwa itu terjadi di Desa Serosa, disebuah kawasan simpang PT.UDAYA LOJNAWI Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan singingi Provinsi Riau, jum’at (28/8) malam.

Iklan

Informasinya, pertambangan emas ilegal itu dengan memakai sistim gali.Para pekerja itu mencari emas di dalam lubang yang digali.Namun tiba-tiba tebingnya longsor, dan material menimpa yang sedang beraktivitas di dalam lubang galian tersebut.

Kapolres Kuansing, AKBP Henky Poerwanto membenarkan adanya 6 dari 8 pelaku Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tewas tertimbun saat melakukan aktivitas PETI.

Menurutnya, Keenam korban tertimbun longsoran pasir bercampur tanah yang basah karena air. Tiga pelaku yang tewas tertimbun diantaranya merupakan warga Bangko Provinsi Jambi yakni J, P dan A. Dan tiga lagi berasal dari Pati, Provinsi Jawa Tengah yakni S, S dan A, timpal Henky lagi.

Pihaknya akan lakukan pengembangan sampai ke pemodal, pemilik alat serta yang mempekerjakan para pelaku  akan kita kejar untuk di proses hukum,” tegasnya.

Sementara itu, dari laporan warga sekitar lokasi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin alias ilegal yang memakan korban sebanyak enam orang pekerja, sudah sejak lama meresahkan masyarakat. Warga menjelaskan jika lokasi sangat dekat dengan pemukiman warga.

Saat ingin melakukan tindakan, pihak Pemerintahan Desa Serosah takut malah disalah artikan menjadi ke arah kriminal karena perbuatan. Oleh karen itu, Pemdes kebingungan untuk mencegah PETI tersebut.

“Rakit dompeng cukup dekat dengan pemukiman warga kita, namun mereka tidak pernah izin atau melapor masuk wilayah pemerintahan kita. Tahu nya sudah mendompeng saja disitu,” ucap Kades Serosah, Darwis kepada awak media mengungkapkan. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here