4 Kawanan Rampok Sadis di Danau Bingkuang Kampar, Diringkus Polda Riau

4 dari 6 tersangka rampok, berhasil ditangkap

SUMBARTIME.COM-Setelah sempat menikmati uang hasil rampokan mereka yang dipergunakan untuk keperluan sehari hari dan berfoya foya, 4 rampok dari 6 kawanan berhasil diringkus Ditreskrimum Polda Riau.

Empat Kawanan rampok sadis tersebut ditangkap pada hari yang sama yakni tanggal 4 Agustus 2020, di lokasi yang berbeda. Satu pelaku inisial FM, ditangkap di Way Kanan, Propinsi Lampung. Satu butir peluru bersarang di kakinya saat dilakukan penyergapan.

Iklan

Sementara tiga lainnya, masing masing WY, EH, dan WL ditangkap di kawasan Kecamatan Tapung, Kampar, Riau.

Menurut Dirkrimsus Polda Riau, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Selasa (11/8) dalam gelaran jumpa pers, menerangkan ke empat rampok sadis tersebut adalah tersangka pelaku perampokan terhadap Rizki Zulkarnain, di kawasan Danau Bingkuang, Kecamatan Tamban, Kabupaten Kampar, Senin 27 Juli 2020, yang lalu.

Tidak hanya menggasak uang korban sebanyak Rp 150 Juta, salah satu tersangka juga menembak rahang korban dengan senjata api jenis revolver. Korban juga diikat dan dibuang ke kawasan hutan karet Desa Sungai Pinang. Tidak sampai di situ saja, mobil korban juga ikut dibakar di kawasan kebun karet Petapahan untuk mengilangkan jejak.

Usai melancarkan aksinya, selanjutnya 6 kawanan rampok tersebut menuju ke rumah salah satu kawanan dan membagikan uang hasil rampokan tersebut dengan masing masing mendapatkan Pp 16 Juta.

Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, juga menerangkan masing masing peran para rampok tersebut. Menurutnya Tersangka FM adalah eksekutor penembak rahang korban dan juga bertugas menyurvei serta membuntuti kendaraan korban. Sementara EH bertugas membawa mobil jenis pik up untuk menghadang kendaraan korban. Selain itu dirinya juga bertugas untuk menyediakan motor.

Tersangka WY menyediakan tempat membagi uang hasil kejahatan, sementara untuk RF dan PW masih dilakukan pengejaran, paparnya menjelaskan.

Sementara itu, korban bernama Rizki Zulkarnain yang juga dalam gelaran jumpa pers tersebut, menerangkan kronologi peristiwa kejadian. Menurutnya saat itu, Senin 27 Juli 2020, sore hari usai menagih hutang di pasar hasil penjualan sembako perusahaan, dia pulang mengendarai mobilnya.

Sesampai di kawasan Danau Bingkuang, tiba tiba satu mobil pikup datang memepet dan menghadangnya. Belum hilang rasa kaget, muncul di balik kaca jendela mobilnya dua orang dengan memakai motor langsung menembakan senjata api yang mengenai rahang wajahnya.

Dalam kesakitan wajah terluka akibat tembakan, para kawanan rampok tersebut mengambil uang kontan sebanyak Rp 150 Juta. Tidak sampai di situ saja, kemudian dirinya di ikat saat masih di dalam mobilnya, lalu kemudian dibawa ke sebuah kebun karet, Desa Pinang dan dibuang di lokasi. Selanjutnya mobilnya dibawa kabur dan dibakar di Petapahan, ungkapnya mengatakan. (kr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here